Seperti kondisi yang berkembang hari ini, masih saja terjadi banyak penyimpangan – penyimpangan di daerah Bengkulu.Pertama, kebocoran dana APBD terkait kasus pencairan dana bantuan untuk pelaksanaan muktamar salah satu ormas yang ada di provinsi Bengkulu. Kedua, munculnya wacana pembentukan provinsi Sumatera Tengah yang rencananya akan menyebabkan sejumlah kabupaten melepaskan diri dari provinsi Bengkulu. Bagaimana mungkin kita mampu melaksanakan pembangunan yang optimal apabila masih saja terdapat jurang perbedaan pandangan serta kesenjangan diantara kita yang berdampak pada munculnya wacana – wacana yang justru melemahkan persatuan dan kesatuan kita, salah satunya wacana diatas. Aksi – aksi perjuangan yang bersifat kritis telah dilakukan oleh mahasiswa – mahasiswa yang berafiliasi disejumlah universitas di provinsi Bengkulu. “ BAGAIMANA DENGAN REKAN-REKAN MAHASISWA BENGKULU YANG BERADA DILUAR SANA?”. Padahal, mahasiswa Bengkulu yang berada diluar sana dapat menjadi pioner – pioner perubahan. Mereka memiliki kesempatan untuk melakukan observasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah di tempat mereka menuntut ilmu. Lalu sebagai tindak lanjutnya, mereka bisa mengadaptasi nilai – nilai positif yang terdapat di luar sana untuk diterapkan di daerah. Tapi kapankah hal ini akan terwujud?? Ini merupakan tugas kita selaku mahasiswa Bengkulu Maka dari itu, keterlibatan kembali mahasiswa sebagai bagian yang terpisahkan dari masyarakat dalam hal ikut menentukan arah pembangunan dan pemberdayaan merupakan solusi yang tidak dapat ditawar lagi. Mahasiswa Bengkulu harus mampu menjadi garda depan perjuangan amanat penderitaan rakyat di daerah Bengkulu. Mahasiswa Bengkulu harus manunggal bersama rakyat Bengkulu untuk mewujudkan provinsi Bengkulu yang bermartabat dan berwibawa dengan adanya sebuah pemerintahan yang jujur, adil, bersih, dan merakyat. Bumi Rafflesia saat ini tengah merindukan kehadiran para mahasiswa – mahasiswanya.
Created by rhyo arpeggio, 2007
Created by rhyo arpeggio, 2007
